usahacerdas.com – cara ternak dan budidaya kelinci sebenarnya sangatlah mudah selain itu
juga harga jual kelinci sangatlah menggiurkan terutama kelinci jenis anggora,
oleh sebab itu maka tak heran jika ternak kelinci marak dilakukan di
akhir-akhir tahun belakangan ini, pada awalnya kelinci hanya diternakan oleh
para ahli biologi untuk dipergunakan sebagai hewan percobaan, namun karena
kelinci merupakan hewan yang jinak dan memiliki rasa daging yang enak, maka saat
ini hewan kelinci ini dibudidayakan sebagai salah satu hewan ternak yang
digunakan untuk diambil dagingnya.
Menurut beberapa
penelitian yang diadakan di animal research, California, Amerika serikat
menyatakan bahwa pada dasarnya hewan kelinci merupakan salah satu hewan yang
memiliki daya adaptasi tubuh yang sangat tinggi dan mampu hidup di iklim
apapun, oleh sebab itu maka tak heran jika hewan kelinci ini dapat ditemukan di
seluruh penjuru dunia. Jika ditinjau dari sistem binomina hewan kelinci diklasifikasikan
menjadi beberapa jenis antara lain sebagai berikut :
- Famili : Leporidae
- Sub famili : Leporine
- Genus : Lepus, Orictolagus
- Ordo : Lagomorpha
- Spesies : Lepus spp., Orictolagus spp.
Adapun jenis hewan
kelinci yang umum di ternakan di seluruh penjuru dunia adalah sebagai berikut :
- kelinci American Chinchilla
- kelinci Angora
- kelinci Belgian
- kelinci Californian
- kelinci Dutch
- kelinci English Spot
- kelinci Flemish Giant
- kelinci Havana
- kelinci Himalayan
- kelinci New Zealand Red
- kelinci White & Black
- kelinci Rex Amerika
- kelinci New Zealand White & Californian (ordo campuran)
Nah jika anda tertarik
untuk membudidayakan kelinci untuk diambil dagingnya maka ada baiknya jika anda
membudidayakan kelinci New Zealand White &
Californian, hal ini dikarenakan kelinci
jenis ini sangat baik untuk produksi daging, sedangkan jika anda ingin mengambi bulunya maka anda bisa
membudidayakan kelinci Angora.
Cara Ternak kelinci ini
pada dasarnya sangatlah mudah sebab kelinci merupakan salah satu hewan yang
mudah beradaptasi dalam suhu apapun, namun saat anda ingin membudidayakan
kelinci anda harus memastikan jika jika lokasi tenak kelinci Dekat dengan sumber air, jauh dari tempat tingal manusia, serta terlindung dari
predator pemangsa seperti kucing
ataupun anjing, nah jik anda tertarik untuk beternak
dan membudidayakan kelinci berikut Pedoma Teknis Budidaya Kelinci
Penyiapan
Perlengkapan kandang Kelinci
Langkah pertama yang
harus anda lakukan untuk membudidayakan kelinci ialah dengan menyiapkan
perlengkapan kandang kelinci terlebih dahulu, menurut jenisnya kandang kelinci
dapat dibedakan menjadi beberapa bagian, seperti kandang untuk induk kelinci
dewasa, kandang kelinci pejantang, kandang kelinci anak dan juga kandang
kelinci induk dewasa & anak-anaknya, adapun kandang kelinci yang ideal umumnya
memenuhi faktor sebagai berikut.
- Kandang memiliki ukuran 200x70x70 cm tinggi alas 50 cm (kandang Induk kelinci)
- Kandang memiliki ukuran 50x30 tinggi 45 cm (Kandang anak kelinci)
- Kandang memiliki ideal 21° C
- memiliki sirkulasi udara lancer
- memiliki pencahayaan ideal 12 jam
- Kandang dapat melindungi anak kelinci dari predator pemangsa
- Kandang memiliki tempat pakan & minum yang tahan pecah & mudah dibersihkan.
- Kandang kelinci dilengkapi dengan halaman pengum baran.
- Sedangkan untuk k menghindari perkawinan awal kelinci ada baiknya dilakukan pemisahan antara kelinci jantan & juga kelinci betina
Pemilihan selektif bibit & calon induk kelinci
Dalam pemilihan bibit dan
juga calon induk kelinci ada baiknya jika anda melakukannya secara selektif, di
samping itu juga ada baiknya jika anda menentukan terlebih dahulu tujuan anda
beternak kelinci, jika anda beternak kelinci bertujuan untuk diambil bulunya
maka sebaiknya anda memiliki bibit dan calon induk kelinci yang memiliki genetik pertumbuhan bulu yang baik, sedangkan jika anda beternak kelinci bertujuan untuk diambil dagingnya
maka anda bisa memilih indukan dan bibit kelinci yang memiliki genetik dan bobot
daging yang berkualitas.
Reproduksi
& Perkawinan Kelinci
Reproduksi dan perkawinan
kelinci ada baiknya segera dikawinkan jika kelinci sudah mencapai usia dewasa
minimal umur 5 bulan, sebab jika anda melakukan perkawinan pada saat usia
kelinci masih terlalu muda maka dikhawatirkan jika kesehatan dan moralitas kelinci akan terganggu, adapun
untuk mendapatkan keturunan kelinci yang baik dan berkualitas ada baiknya jika
pembiakan kelinci dibedakan menjadi beberapa kategori seperti
- Cross Breeding (silang luar)
Jenis pengembang biakan
kelinci dengan sistem cross breeing bertujuan untuk mendapatkan keturunan kelinci yang lebih baik dan menambah sifat-sifat
unggul pada kelinci tersebut.
- In Breeding (silang dalam)
Jenis pengembang biakan kelinci dengan sistem In Breeding atau silang
dalam adalah jenis perkembangbiakan yang berfungsi untuk mempertahankan &
menonjolkan sifat spesifik pada
kelinci tersebut misalnya bulu dan proporsi daging.
- Pure Line Breeding (silang antara bibit murai),
Jenis pengembang biakan
kelinci dengan sistem berfungsi untuk mendapat bangsa atau jenis kelinci yang baru yang
diharapkan memiliki kualitas kelinci
yang baik antara perpaduan 2 keunggulan bibit kelinci tersebut
Pemeliharaan dan
Perawatan Kelinci
Pemeliharaan dan
perawatan kelinci dapat dilakukan dengan bertahap dan secara berkesinambungan,
hal ini dilakukan agar budidaya ternak kelinci dapat menghasilkan keturunan
yang berkualitas, adapun pemeliharaan dan perawatan kelinci dibagi menjadi beberapa
bagian seperti Sanitasi & Tindakan Preventif, Pengontrolan Penyakit, Perawatan Ternak, Pemberian Pakan dan juga Pemeliharaan
Kandang, nah untuk mengetahui manfaat
dan kegunaan dari bagian tersebut mari kita bahas bersama-sama
1. Sanitasi
& Tindakan Preventif
Agar budidaya ternak
kelinci anda jauh dari penyakit maka ada baiknya jika anda mengusahakan agar
kandang kelinci ini selalu kering dan tidak lembab, sebab jika kandang kelinci
lembab dan basah maka akan bercampur dengan kotoran yang dapat menyebabkan
kelinci terserang penyakit seperti demam dan pilek, selain itu juga pastikan
jika kandang kelinci rajin dibersihkan minimal 2 kali sehari.
2. Pencegahan Hama & Pengontrolan Penyakit
Selain melakukan sanitasi
dan tindakan preventif secara rutin alangkah baiknya jika anda ikut serta
melakukan beberapa langkah untuk mencegah hama dan pengontrolan penyakit adapun
hama dan penyakit yang menyerang kelinci dengan cara memberikan zat antibiotik
atau imun yang berfungsi untuk mengobati penyakit yang menyerang kelinci,
adapun hama dan penyakit umum yang sering menyerang kelinci adalah sebagai
berikut:
A. Penyakit kelinci
- Bisul
- Kudis
- Eksim
- Penyakit telinga
- Penyakit kulit kepala
- Penyakit mata
- Mastitis.
- Pilek
- Radang paru-paru
- Berak darah
- B. Hama Predator Kelinci
- Kucing
- Anjing
- Musang
- Tikus
Umumnya jika kelinci
mengalami penyakit maka suhu tubuh mereka akan meningkat drastis, memiliki
gejala lesu, nafsu makan turun dan juga kurang bergairah, nah jika kelinci anda
mengalami hal demikian maka sebaiknya jika anda segera mengobatinya dengan obat
antibiotik dan juga menghindarkan penyebab penyakit tersebut.
3. Pemberian
Pakan Kelinci
Pemberian pakan kelinci
sebaiknya dilakukan secara rutin minimal 3 kali sehari yaitu pada waktu pagi,
siang dan sore hari, adapun jenis pakan kelinci umumnya meliputi semua jenis
sayuran hijau seperti kol, sawi, kangkung, daun kacang,
daun turi & daun kacang panjang,
sedangkan untuk menambah nutrisi pada pakan ternak kelinci sebaiknya anda
memberikan wortel dan nutrisi konsentrat yang dapat
dibeli di toko pakan ternak, hal ini
bertujuan agar kekebalan tubuh hewan kelinci tersebut meningkat dan dapat
terhindar dari penyakit.
4. Pemeliharaan Kandang Kelinci
Salah satu faktor penting
dalam pemeliharaan kelinci ialah dengan cara membersihkan kandang kelinci
secara rutin minimal 2 kali dalam sehari, alas kandang,
, sisa pakan & kotoran kelinci dan
tempat pakan & minum kelinci
sebaiknya dibersihkan setiap hari untuk menghindari
timbulnya penyakit, selain itu juga
anda bisa menyemprotkan zat anti hama agar penyakit dan bakteri di dalam
kandang mati, adapun zat anti hama bisa anda beli di toko tani di wilayah anda.
Panen
Kelinci
Masa panen kelinci dapat
dilakukan jika kelinci sudah memasuki usia minimal 1 atau 2 tahun, namun
sebelum memotong kelinci sebaiknya jika kelinci dipuasakan
selama kurang lebih 6-10 jam sebelum potong hal
ini berfungsi untuk mengosongkan usus pada kelinci tersebut, adapun hasil utama yang
bisa anda peroleh dari budidaya ternak kelinci meliputi bulu dan daging.
* Jika anda kurang paham mengenai uraian yang saya jelaskan di atas anda bisa melihat cara ternak dan budidaya kelinci lewat video di bawah ini
* Jika anda kurang paham mengenai uraian yang saya jelaskan di atas anda bisa melihat cara ternak dan budidaya kelinci lewat video di bawah ini
Pada dasarnya untuk beternak atau membudidayakan kelinci sangat mudah untuk dilakukan asalkan anda rajin dalam menekuni usaha ternak kelinci ini, mungkin hanya itu penjelasan saya mengenai cara ternak dan budidaya kelinci, jika dalam uraian saya diatas ada kesalahan mohon dimaafkan dan jika anda ingin memberikan kritik dan saran maka anda bisa berkomentar di kolam komentar di bawah ini, salam usaha cerdas.


0 komentar:
Post a Comment